Bank BUMN Percepat Transformasi Digital untuk Dukung Program Pemerintah

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:04:41 WIB
Bank BUMN Percepat Transformasi Digital untuk Dukung Program Pemerintah

JAKARTA - Bank-bank BUMN terus memainkan peran penting dalam mendukung program-program prioritas nasional yang digulirkan pemerintah, termasuk pembiayaan untuk UMKM, ketahanan pangan, serta pembangunan desa. 

Berbagai upaya dilakukan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dengan cara yang inklusif dan berkelanjutan. 

Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah transformasi digital, yang memungkinkan bank-bank pelat merah ini untuk memperluas jangkauan layanan dan memberikan akses yang lebih mudah kepada masyarakat.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan bahwa perseroan terus berkomitmen dalam memperluas akses pembiayaan produktif, mendukung UMKM agar dapat naik kelas, serta memperkuat ekonomi kerakyatan. Langkah ini sejalan dengan misi untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Kontribusi Bank Mandiri dalam Pembiayaan UMKM dan Ketahanan Pangan

Pada tahun 2025, Bank Mandiri berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp41 triliun kepada sekitar 360.000 pelaku UMKM dari berbagai sektor produktif. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga pada pemberdayaan sektor-sektor ekonomi yang membutuhkan pembiayaan. 

Riduan menambahkan, meskipun terdapat tantangan dalam menjaga kualitas kredit, Bank Mandiri tetap berupaya menjalankan operasionalnya dengan hati-hati dan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik.

Selain itu, Bank Mandiri juga berperan aktif dalam program sosial pemerintah, terutama dalam hal ketahanan pangan. Bank ini mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memberikan pembiayaan kepada 147 mitra pelaksana. Hal ini menjadi bagian dari upaya strategis Bank Mandiri dalam menjaga agar kebutuhan gizi masyarakat tetap terjaga, terutama bagi kelompok masyarakat yang kurang mampu.

Pengelolaan ekonomi desa juga menjadi perhatian Bank Mandiri. Bank ini telah mengelola lebih dari 4.700 rekening koperasi desa dan membuka lebih dari 3.700 rekening BUMDes dan BUMDesma untuk memperkuat perekonomian di tingkat desa. Ini menunjukkan komitmen Bank Mandiri dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal untuk mendorong pertumbuhan inklusif.

Dukungan Bank Negara Indonesia Terhadap Program Pemerintah

Tak kalah penting, Bank Negara Indonesia (BNI) juga berperan besar dalam mendukung pembangunan nasional dengan fokus pada sektor-sektor strategis. 

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, mengungkapkan bahwa bank ini memiliki peran ganda: sebagai bank nasional dengan kapabilitas global serta sebagai instrumen negara dalam mendukung pembangunan. BNI mendukung sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan sektor riil yang dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Salah satu bentuk dukungan BNI adalah dengan memperkenalkan sistem digital yang mempermudah transaksi dan pembayaran. Sebagai bagian dari program pemerintah, BNI turut mendukung Program Makan Bergizi Gratis dengan menyediakan pembiayaan serta digitalisasi transaksi menggunakan virtual account dan BNIdirect. 

Selain itu, BNI juga aktif dalam program Sekolah Rakyat dengan menyediakan layanan perbankan digital, termasuk pembukaan rekening untuk siswa dan tenaga pendidik, serta memperkuat ekosistem Agen46 di berbagai daerah.

BNI juga telah menyalurkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari Kementerian Keuangan ke berbagai sektor produktif seperti pertanian, perikanan, dan perdagangan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran dana.

Peran Bank Syariah Indonesia dalam Mendorong Ekonomi Produktif

Bank Syariah Indonesia (BSI), hasil merger dari beberapa bank syariah, turut mengambil peran penting dalam mendukung program-program pemerintah. 

Salah satunya adalah melalui pembiayaan sektor produktif, di mana BSI berhasil menyalurkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp10 triliun, yang semuanya telah disalurkan ke sektor-sektor produktif. BSI juga mendukung program Makan Bergizi Gratis dengan menyediakan 1.350 virtual account untuk mitra pelaksana.

BSI juga berfokus pada pengembangan koperasi desa Merah Putih, yang membantu memperkuat ekonomi lokal dan mendorong terciptanya peluang usaha bagi masyarakat desa. 

Selain itu, BSI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp12,2 triliun kepada sekitar 90.000 nasabah, membantu pelaku UMKM dalam memperoleh modal usaha yang lebih terjangkau.

Untuk sektor perumahan, BSI telah menyalurkan pembiayaan rumah subsidi FLPP sekitar Rp3,5 triliun, yang setara dengan sekitar 23.000 unit rumah. Ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan sektor perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Bank BUMN Fokus Pada Inovasi dan Layanan Digital

Inovasi digital menjadi kunci bagi bank-bank BUMN dalam menjalankan berbagai program pemerintah. Dengan semakin berkembangnya teknologi, bank-bank ini semakin mengandalkan aplikasi digital dan sistem online untuk menjangkau lebih banyak nasabah. 

BSI, misalnya, berhasil mencatatkan jumlah nasabah mencapai 23,1 juta orang, dengan penambahan sekitar 2 juta nasabah dalam setahun. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin tertarik untuk memanfaatkan layanan digital dalam mengelola keuangan mereka.

Melalui aplikasi dan layanan digital, bank-bank BUMN memberikan kemudahan akses pembiayaan, termasuk pembiayaan untuk sektor UMKM, perumahan, serta pendidikan. 

Sistem digital juga memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja, yang memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat.

Dengan berfokus pada inovasi digital dan strategi inklusif, bank-bank BUMN di Indonesia terus berupaya untuk mempercepat pembangunan ekonomi nasional, mendorong sektor riil, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sejalan dengan itu, mereka juga berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung program-program pemerintah dalam rangka menciptakan perekonomian yang berkelanjutan.

Terkini